Review Aki Daytona Supercharge Nano-Gel di motor Honda CBR250R. Aki subtitusi atau alternatif yang menggunakan teknologi gel.

Artikel ini merupakan review setelah impresi pertama gue pertama kali menggunakan aki ini kisaran 2 tahun lalu… Time flies… 🙁

Dulu gue pernah nulis soal impresi pertama aki ini. Jadi, as usual. Copy and paste. 🙂

Baca Juga:
First Impression: Aki Daytona SuperCharge Nano-Gel

Umur Aki Standard Honda CBR250R
Umur aki standard Honda CBR 250R itu kisaran 2 tahunan masbro. Cukup lama juga lho. Diganti karena gue udah merasakan gejala penurunan performa motor.

Gejala-Gejala Penurunan Performa Aki
Gejala penurunan performa aki mulai terasa pas starter awal, alias cold start, alias motor baru-baru dinyalain, RPM motor susah naiknya. RPM idle di kisaran 1500 agak sulit untuk dicapai. Kedengaran suara mesin, khusus-nya gerakan piston agak-agak nggak normal intonasi-nya.

Belum lagi lampu check engine nyala pas baru dihidupin. Nyala pas RPM di bawah 1000. Memang di Honda CBR250R dengan ECU standard, lampu tersebut bakalan terus nyala apabila langsam RPM tidak stabil di 1500. Something definitely not right.

Ketika service Honda CBR250R mekanik-nya bilang bahwa aki-nya bermasalah. Secara pas lagi bersihin injektor, mesin suka mati sendiri. Nggak kuat ngangkat. Pulang service, sore-nya langsung berburu aki baru.

Awal-nya sih milih Motobatt, tapi model Motobatt untuk Honda CBR 250R habis. Ada Motobatt versi lain, penjual-nya nyaranin merk lain dan aki Daytona Supercharger with Nano-Gel ini.

Model aki ini adalah D6TZ8V. Beli kisaran bulan Maret 2017. Dulu beli kisaran harga-nya sekitar 575 ribu. Dengan garansi 6 bulan.

Soal harga, dulu pas beli sih sekitar 11-12 dengan harga aki lain seperti Motobatt. Sedang harga aki standard, Yuasa
YTX7L-BS, kisaran 400-500 ribu.

Kenapa Memilih Aki Merk Daytona ?
Pertama, CCA (Cold Crankcase Amperage) yang lebih tinggi. 150 Ampere. Jadi-nya motor lebih mudah untuk di-starter awal-awal-nya. Ampere aki ini 7A. Lebih tinggi 1A dari aki standard-nya. Kedua, aki ini menggunakan gel. Saya baca-baca, aki yang pakai gel lebih lama menyimpan arus. Discharge rate-nya lebih kecil. Ketiga, dimensi-nya 11-12 dengan aki standard CBR250R. Yuasa YTX7L-BS.

aki-daytona-supercharge-nano-gel-yuasa-ytx7l-bs

Komparasi Visual Aki Daytona Dengan Aki Standard
Daytona SuperCharge Nano-Gel sebelah kiri, aki bawaan Honda CBR250R, Yuasa YTX7L-BS yang kanan.

aki-daytona-supercharge-nano-gel-yuasa-ytx7l-bs

Hampir sama dimensi-nya secara keseluruhan. Dan di Redue, aki ini plug and play. Alias muat bingits. Alternatif atau subtitusi aki bawaan motor.

aki-daytona-supercharge-nano-gel-yuasa-ytx7l-bs

Impresi Pertama
Nama-nya aki baru, tentu kualitas masih prima. Redue terasa lebih responsif. Nge-gas lebih ngacir. Seperti-nya arus yang stabil ke busi menjadi penyebab-nya. Pembakaran lebih optimal. Enak pokok-nya masbro. Ini pas pemakaian baru sekitar 300 km. Lampu check engine tidak menyala lagi. Langsam stabil. Voltase pas di-check sekitar 14 volt.

Selanjut-nya, review pemakaian-nya masbro.

daytona-supercharge-nano-gel-inside

Review
Aki Daytona Supercharge NanoGel ini praktis sudah 2 tahun lebih gue pakai di Honda CBR250R. Sampai sekarang tidak ada masalah. Motor baik-baik saja. Cuma memang setahun belakangan ini Redue sudah jarang dipakai. Lagi bosan motoran gue-nya.

Jadi soal ketahanan, atau usia pemakaian tidak bisa dibilang apple-to-apple dengan aki standard-nya dulu. Secara kalau motor jarang dipakai, siklus charging aki lebih jarang. Belum lagi umur spareparts motor yang sudah berbeda. Tapi kiprok dan spul sampai saat ini Alhamdulillah baik-baik saja.

Langsam Stabil
Di 2 tahun pemakaian ini, langsam motor masih stabil. Beda pas dulu aki bawaan standard-nya, Yuasa YTX7L-BS mau koit. Langsam kurang stabil dan motor agak susah distarter.

Praktis pemakaian aki ini kurang lebih umur pemakaian-nya sama dengan aki standard. Di luar frekuensi pemakaian motor yang memang lebih jarang, belum terlihat gejala penurunan performa yang noticable. Jadi harus-nya umur aki ini masih cukup panjang nih masbro.

Kesimpulan
So far, gue merasa aki ini worth it soal performa. Cuma yang belum gue tahu adalah soal ketahanan aki-nya. Sampai berapa lama engkau aki ini bisa bertahan ? Karena titik value-nya tentu terletak disitu masbro. Nama-nya spareparts untuk harian, tentu kudu dilihat perbandingan antara usia pemakaian dan harga.

Bagaimana masbro ? Apakah punya pengalaman menggunakan aki ini ? Atau mungkin aki-aki merk lain-nya ?

Baca juga:
Hal-Hal Terpenting Dalam Memilih Aki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *