Kawasaki, Opini 0 comments on Ngomentarin Renderan Ninja 250 2018 Di Young Machine

Ngomentarin Renderan Ninja 250 2018 Di Young Machine

It’s that time again. Young Machine. Majalah ini jadi de facto di blogosphere kalo soal “bocoran” produk anyar yang mau rilis. And as usual, don’t believe it easily. Here’s why.

Btw, saya dapet foto-foto ini dari blog-nya Iwanbanaran.

Pertama, mari kita lihat foto-foto-nya.

Depan. Fscking awesome ! CBR250RR bakal memiliki lawan berat banget. Belum termasuk gimana nanti-nya R25 version 2. Ada winglet-nya masbro.

Samping. Yang agak janggal adalah absen-nya lampu belok. Tebakan saya turn signal ada di bawah lampu utama. Seperti alis di bagian bawah mata.

Swingarm nggak model banana. Ngelihat CBR250RR pakai swingarm aluminium (which become the benchmark), agak aneh apabila Kawasaki minimal nggak menyamai. Belum lagi apabila R25 v2 mengeluarkan desain yang wow. R15 VVA aja keren. Gimana R25-nya ?

Nah, seberapa besar bocoran Young Machine bisa dipercaya ? Not 100% obviously. Dulu saya pernah menulis mengapa bocoran Young Machine nggak usah dipercaya. Inti-nya, nikmatin aja gambar-gambar-nya. But don’t easily believe it.

Oh ya, dulu juga pernah ada bocoran Ninja 250 yang setelah saya lihat, saya yakin itu 100% palsu. Artikel-nya disini.

😉

CBR250RR, Honda, Kawasaki, Opini, Suzuki, Yamaha 0 comments on Yuk Lebih Cerdas Dalam Menyikapi Produk

Yuk Lebih Cerdas Dalam Menyikapi Produk

It’s over. The bubble just popped. And the sound it makes, boy oh boy…

Lagi (khusus-nya di blogsphere) rame soal CBR250RR yang seperti-nya anti klimaks. Hanya karena 1 kalimat. Horse Power. Yah. HP yang beda tipis dengan R25 jadi kambing hitam. Sebenar-nya, hal ini tidak perlu dipersoalkan.

Ngomongin Power dan torsi IMHO sudah absurd. Performa mesin 250cc, mau 1 silinder, 2 silinder, teteup 11-22. Nggak beda-beda jauh banget. Tinggal gimana kondisi motor dan rider-nya saja.

cbr250rr-2016-red-01

Hype Power
Yesssir. Too much hype. nggak salah juga. Honda pengen CBR250RR kompetitif di kelas 250cc. Well, jujur, CBR250RR tuh keren. Upside down, banana swing arm, dashboard-nya. Looks cool. Tapi ingat, pemilihan motor itu IMHO subjektif. Ada yang demen moge look, ada yang suka motor berkarakter torsi, macem-macem deh. Beli motor karena suka. Selera orang tentu beda-beda.

Better Approach
Kasihan orang kita, jadi korban marketing terus. fanboyism, black campaign. Not cool. Sekali lagi, ane mau mengatakan, semua motor itu ada plus minus-nya. Punya kelebihan dan kekurangan. Buat apa diributkan ? Ngapain terlalu fanatik sama brand ? Perbedaan itu biasa. Contoh-nya Yamaha R6 2016 2017, banyak yang suka dengan model-nya, tapi tidak sedikit yang tidak. It’s subjective. Lebih baik kita, para konsumen, nggak usah ngelihat sisi marketing-nya. Toh marketing adalah seni bagaimana membuat konsumen tertarik dengan suatu produk. It’s a seducing art. Kalau motor sudah kebeli, that’s where the art ends.

So ? Lebih baik kita mempelajari motor yang mau kita pinang. Cari tahu seluk-beluknya. Kekurangan dan kelebihan-nya. Banding-banding-kan. Apa yang ente cari ketika membeli suatu motor. Mantap kan niat (dan tabungan), Bismillah, angkat !

mori-july-9th-2016-riding-panahan-9-july-2016-02

Bhinneka Tunggal Ika. Motor berbeda-beda, yang penting riding bareng.

Last, ane mau mengutip quote temen ane.

“Motor tuh ga ada yg jelek. Yg ada penilaian orang”