Test Ride Singkat: CBR600RR. Ergonomi Dan Handling

Lanjut soal handling dan ergonomi motor CBR600RR. Well guys, ane merasa motor ini nggak begitu sesuai dengan yang ane harapkan. Lebih tepat-nya kurang compatible dengan ane. Here’s why.

Pertama-tama. Spesifikasi rider: Tinggi 184cm berat 93kg.

morning-ride-31-dec-2016-cbr600rr-2008-yellow-side-front-left-me-02

Handling
As usual, khas-nya Honda. Enak di-handling. Motor-nya nurut. Lenggak-lenggokin motor gampang aja. Beberapa rider yang nyobain motor ini juga kesan-nya senada. Nggak ada gejala ngelawan (again, karena faktor badan ane juga. Jadi motor nurut aja. Hehehehe). Handling terasa mirip dengan CBR250R ane tapi lebih terasa neken ke aspal. Lebih menjejak ke tanah. Wajar. Motor supersport motor nunduk. Stang underyoke. Juga karena berat-nya yang menyentuh 180-an kilogram. Lebih berat sekitar hampir 20 kilogram dari CBR250R.

morning-ride-31-dec-2016-cbr250r-cbr600rr-2008-yellow-front-right-01

Ergonomi
Nah, inilah point utama CBR600RR yang kurang cocok dengan ane. Ergonomi motor ini terasa “sempit” untuk postur setinggi ane. Jarak footstep dengan jok-nya deket cuy. Nggak mengakomodir kaki ane yang panjang-nya 110 cm. Sudut di lutut yang kecil pas naikin motor ini bikin kurang nyaman. Padahal tinggi jok motor ini sekitar 82cm. Soal ergonomi, ane merasa lebih nyaman naikin CBR250R. Walau tinggi jok-nya lebih rendah. Sekitar 78 cm. Wajar sih. Motor supersport sama motor sport harian kekhususan-nya beda. Ibarat-nya, ane merasa seperti bejana yang diisi air terus luber kemana-mana pas duduk di CBR600RR.

morning-ride-31-dec-2016-cbr600rr-2008-yellow-side-front-left-me-04

Kelihatan-nya pas ya ? But believe me, i feel cramped. Sempit. CBR250RR masih sedikit lebih nyaman posisi riding-nya untuk ane.

cbr250rr-2016-red-wahana-me-seat-01

Bersahabat Untuk Postur Asia
Ada bro Ihsan yang juga nyobain motor ini. Tinggi rider R15 R51 ini sekitar 165cm. Ane melihat doi terasa lebih natural pas naekin motor ini. Kelihatan-nya pas aja.

morning-ride-31-dec-2016-cbr600rr-2008-yellow-side-front-left-ihsan-02

Bandingkan posisi kaki ane dengan bro Ihsan.

morning-ride-31-dec-2016-cbr600rr-2008-yellow-me-vs-ihsan-leg-footpeg-01

Terlihat kaki ane lebih nekuk daripada doi dan lebih keatas mendekati tangki. Sedang kaki bro Ihsan lebih kebawah. Posisi nunduk dia terlihat lebih natural. Sedang ane merasa agak dipaksa. Belum lagi badan ane yang lebih menjulang ke atas. Yang jadi penyebab ane kena crosswind. 🙁

Motor ini sekira-nya didesain untuk rider bertinggi 160-170-an cm. Walau agak jinjit naikin-nya.

morning-ride-31-dec-2016-cbr600rr-2008-yellow-side-front-left-ihsan-01

Leher Pegel
Motor ini selayaknya dipakai rider-nya dengan posisi menunduk. Problem-nya, apabila ane menunduk, penglihatan ane jatuh-nya ke depan bawah motor. Alias nggak bisa melihat jalan di depan. Agar bisa melihat ke depan, mau nggak mau ane harus mendongakan leher. Seperti ketika melihat ke atas. Duduk lebih mundur agak membantu. Although i am not feeling much difference.

stock-photo-young-adorable-baby-ride-on-baby-motorcycle-look-up-out-01

Alright, di artikel selanjut-nya kita akan membahas performa dan impresi ane soal motor ini.

Tematis Test Ride Singkat CBR600RR.
Visual dan perkenalan.
Ergonomi dan handling.
Performa dan impresi.
Galeri gambar.

Share This
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Artikel-Artikel Lain

Tuliskan komentar anda