Sharing sekilas pengalaman gue mengganti rantai keteng dan tonjokan tensioner. Masang dua item ini nggak boleh sembarangan lho masbro.

Rantai keteng. Elemen yang satu ini bisa dibilang baru dikenal oleh para pengguna motor setelah beberapa tahun memiliki motor. Alias setelah pemakaian puluhan ribu kilometer. Pas waktu-nya service besar.

D.I.D. Rantai keteng standar Honda CBR250R.

Biasa-nya sih setelah odometer menyentuh 20-ribu-an kilometer keatas, baru deh tuh mulai ada bunyi-bunyi mengganggu seiring dengan naik turun-nya throttle gas.

Baca Juga:
Service Besar Honda CBR250R. Biaya Dan Rincian-Nya

Penyetelan Timing Rantai Keteng
Nah, yang mau gue bahas disini, yang nama-nya ganti rantai keteng itu nggak bisa sembarangan. Karena yang nama-nya nyetel rantai keteng itu butuh ketelitian dan kesabaran.

Sinkronisasi Piston Dan Klep
Seperti yang kita ketahui, fungsi rantai keteng itu untuk mensinkronisasi timing antara gerakan naik turun piston dan buka tutup klep masuk dan klep keluar. Dimana noken as dihubungkan dengan rantai keteng dengan kruk as.

Seperti ini nih masbro gambaran-nya untuk mesin 4 tak.

Cara kerja mesin 4 tak.

Rotasi perputaran antara kruk as dan noken as ini disinkronisasi dengan rantai keteng. Apabila nggak sinkron, klep dipastikan bakal tabrakan dengan piston. And hell will break loose.

impsons-treehouse-of-horror-hell

Lompat Satu Mata
Jadi cerita-nya Redue mau di stel dudukan klep-nya. Di-cek kondisi shim-nya. Nah, sekalian deh tuh gue minta nge-cek kondisi rantai keteng. Feeling gue enggak enak… 🙁

Lo and behold ! Ternyata bengkel terakhir tempat gue ganti rantai keteng, masang-nya nggak bener. Lompat satu mata masbro !

Kanan dan Kiri Tidak Simetris.

Untung-nya cuma lewat satu mata. Kalau lebih, waaah… alamat tabrakan itu piston dan klep. Wassalam… 🙁

Kembali Sedia Kala
Setelah setting shim klep dan benerin timing rantai keteng, Redue memang terasa lebih baik performa-nya. Lebih padat terasa tenaga-nya.

Soal tonjokan tensioner, juga kurang lebih sama. Tapi nggak butuh ketelitian dan kesabaran seperti mengganti rantai keteng. Tapi yang gue perhatiin, perlu feeling juga buat menyetel-nya masbro. Sesuatu yang IMHO nggak semua mekanik miliki.

tonjokan-tensioner-cbr250r-kyj

Jadi kalau service besar, kita kudu hati-hati dalam memilih bengkel. Nggak semua bengkel itu (baik resmi atau komunitas) baik pengerjaan-nya.

Baca Juga:
Bengkel-Bengkel Khusus CBR Di Jakarta
Service Besar Honda CBR250R. Biaya Dan Rincian-Nya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *