Test Ride Singkat: Vespa GTS 150

Hari Minggu kemarin pas ane main tennis, nggak nyangka ane baru tahu temen ane masbro Daniel, ngangkat Vespa GTS 150. Nggak lama, ane langsung foto-foto tuh Vespa. Secara lagi berduaan sama CBR250R ane.

Dan akhir-nya, ane nggak bisa fokus main tennis. Bawaan-nya pengen nyobain tuh motor. Setelah sukses kalah 3-6, 2-6, ane langsung aja minta izin buat test ride. Dikabulkan! Langsung deh ane ke parkiran.

Oh btw, jangan lupa setel dulu lagu-nya Naif judulnya Piknik 72. ūüėČ

First Impression
Gede. Beneran deh. Nggak kebanting sama CBR250R. Cucok buat orang-orang overweight oversize macam ane. Masbro Daniel juga ukuran-nya gede. Tinggi sekitar 184cm. Tapi doi lebih kurus dari ane. ūüôĀ

CBR250R dan Vespa GTS 150
CBR250R dan Vespa GTS 150
Samping Kiri
Samping Kiri
Samping Kanan
Samping Kanan
Tampak Depan
Tampak Depan

Build Quality
A+. Seriously. Plastik-nya, cat-nya, jok-nya, besi-nya… Apalagi ya ? Well, (hampir) semua-nya deh. Terlihat begitu well built. Semua terlihat (hampir) presisi. Bener-bener terlihat seperti barang mahal. Overall, build quality-nya masih diatas pabrikan big four Jepang. Seriously. It’s that good. You shouldn’t be disappoint.

Mulus
Mulus
Mulus Cuy
Mulus Cuy

Cockpit
Nama-nya vespa modern, sok pasti dashboard-nya lengkap cuy. Engine indicator, turn signal, high beam, low fuel, watch. Well, semua indikator yang dibutuhkan ada semua disana. Checked !

Dashboard-nya
Dashboard-nya

Oh ya. Motor ini sudah ada immobilizer dari sono-nya. Di dashboard-nya ada LED code untuk indikator immobilizer.

Bagasi
Bagasi-nya cukup luas masbro. Helm catok atau retro yang biasa dipakai untuk¬†riding¬†santai pasti muat. Sayang-nya helm¬†half-face¬†umum seperti-nya nggak muat. Masbro Daniel bilang helm¬†half-face Zeus yang doi pakai nggak muat di bagasi. Tapi seperti-nya belajaan pasar harus-nya muat.¬†That if you want to go to the market with style. ūüėÄ

Bagasi
Bagasi
Ngisi bensin lewat sini
Ngisi bensin lewat sini
Helm Vespa
Helm Vespa

Ane pribadi suka dengan sentuhan karpet di dalam-nya. Seolah-olah Vespa memberikan satu paket riding untuk anda.¬†Like, “Sir. Here is where you put your riding gear”.¬†Classy.

Bagasi depan dibuka hanya dengan menekan tombol kunci ketika posisi stang tidak terkunci. Dan sudah tersedia pengait yang bisa dilipat di atas bagasi depan. Nice.

Bagasi Depan
Bagasi Depan

Test Ride
Nah, saat-nya¬†test ride. Oh ya, sebelum-nya ane perlu kasih tahu. Vespa GTS 150 ini sudah tidak standard. Daleman mesin sudah berubah. Knalpot memakai punya-nya Satria FU.¬†Why ? Let’s find out.

Nggak Safety. Jangan Ditiru. :D
Nggak Safety. Jangan Ditiru. ūüėÄ

Vespa ini termasuk besar. Nggak kebanting dengan¬†beruang sirkus badan ane. Ane mulai bereksplorasi dengan¬†throttle-nya. Mau tahu karakter-nya gimana. Putar 1/4… 1/3… suara mesin mulai mengerang. Tapi… kok belum ada tanda-tanda kehidupan… Padahal pas ane test ride¬†Triumph Street Triple 675, muter segini motor dalam sekejap sudah lari 60kmph. Hmmm… putar setengah motor mulai bergerak. Putar 3/4 baru jalan… Waduh… repot iki. Kurang responsif masbro¬†throttle-nya. Beda banget karakter-nya sama motor sport.

Baiklah. Saatnya Vespa ini dibawa muter-muter perumahan. Secara STNK dan nomor polisi belum keluar. Belum bisa dibawa jauh-jauh. Terus terang, karena ane biasa bawa sport, agak bingung pas bawa ini motor. Setelah muter-muter dikit, baru mulai paham karakter-nya.

Handling-nya agak sedikit ringan. Nggak seberat bawa CBR250R. goyang kiri kanan, ngikut aja. Santai dan agak lembut. Khas Vespa yang memang enak untuk dibawa riding santai.¬†Asoy geboy lah. ūüėÄ

Ini video gimana suara Vespa GTS 150 apabila menggunakan knalpot Satria FU.

Link HP di sini

Comfort
Doh, dah jelas nyaman. Joknya tebel. Dengan kualitas jahitan-nya yang baik. Quality.

Quality
Quality

The Cons
Dibalik build quality-nya yang masih diatas pabrikan big four Jepang, performa mesin motor ini sayang-nya kurang kuat masbro. Performa-nya masih dibawah motor-motor 150cc lain-nya. Ane kudu bejek gaspol, alias WOT (Wide Open Throttle) untuk merasakan hentakan tarikan-nya. Karakter motor ini memang seperti itu, lembut dan santai. Seperti-nya sudah di-desain dari sana-nya.

Yang agak serem di sisi pengereman-nya. Walau sudah dibekali rem cakram depan belakang, rem depan rasa-nya kurang menggigit. Malah rem belakang-nya yang lebih pakem. Kebalikannya motor sport. Hal ini diamini sang pemilik masbro Daniel. Doi cerita gimana kalau kita terlalu kuat ngerem belakang, motor bakal ngepot. Jadi kudu hati-hati nih.

Oprekan
Performa-nya yang kurang akhir-nya mendorong masbro Daniel ngoprek jeroan-nya. Motor sudah di porting dan polish, plat kopling menggunakan Piaggio MP3, roller diganti, knalpot pakai Satria FU, dan lain-lain. Total biaya habis sekitar 2.5 jutaan lebih. Selanjut-nya masbro Daniel ada rencana untuk ganti ECU. Lumayan juga nih yang kudu banyak dirubah untuk mengejar performa.

Epilogue
Naik motor itu bukan cuma sekedar kenceng-kencengan aja masbro. Kadang ada moment-nya untuk just cruising and enjoying the ride and the scenery. Apabila ente-ente penganut aliran santai, ini salah satu motor terbaik untuk anda. Karakter motor yang lembut, santai, dan asoy geboy mengakomodir itu semua. Tarik gas pelan-pelan, ngerem pelan-pelan dengan sopan. Just like that. Itulah diferensiasi Vespa. Creating culture of Vespa rider. Ane sendiri pernah mergokin komunitas vespa sedang riding bareng santai di daerah Tendean. They seem just enjoying riding with their friends. Nggak ada yang nama-nya riding agresif.

Asoy Geboy
Asoy Geboy

Apabila anda rider motor sport, dan seneng untuk riding and cruising fast (like me), this is definitely not a bike for you. What you need is a big bike. 250cc and up.

Vespa menawarkan¬†change of pace untuk anda. Sumpek dan pusing¬†dengan kerjaan ? Mumet ngeliat lalu-lintas dan kelakuan pengguna jalan lain ?¬†Just ride Vespa. Pengendara Vespa itu seperti asyik di dunia-nya sendiri. Seperti-nya mereka dikelilingi oleh¬†bubble yang “memisahkan” mereka dengan dunia sekitar-nya. Bukan mereka cuek dengan sekitar, mereka hanya sedang asyik di dunia-nya sendiri. Asoy Geboy.

And that seems what Vespa world feels like.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *