Men-Justifikasi Riding Mode CBR250RR

Dibalik segala kelebihan dari CBR250RR, swing arm banana, suspensi depan upside down, dan lain-lain, saya pribadi merasa teteup riding mode di CBR250RR mubazir.

Simple. Karena tenaga motor 250cc (IMHO) masih jinak. Lihat kakak-kakaknya. CBR500R, CBR650F, CBR600RR, bahkan CBR1000RR (versi sebelum 2017) tidak ada satupun yang memiliki riding mode. Hanya si bungsu yang memiliki. Mode Sport+ khusus untuk racing ? Hardly. Biasa-nya yang sudah mulai serius nge-track, bakal masang knalpot aftermarket, piggyback, dan lain-lain untuk mendongkrak performa. Apakah kira-kira dengan ada-nya riding mode perlu ada penyesuaian di sisi piggyback lebih lanjut ? Well, saya belum tahu. We’ll see.

CBR1000RR. Stang kiri tidak ada tombol riding mode.
CBR1000RR. Stang kiri tidak ada tombol riding mode.

Tujuan-nya ?
Safety ? Bisa jadi. Bagi yang menjadikan 250cc sebagai motor pertama-nya, biar nggak kaget, set ke mode Comfort. Biar nggak kaget. Tapi lama-lama cepet terbiasa kok. Temen saya ada yang dulu-nya naik matik 110cc, langsung beli moge Kawasaki ER6. Bukan masalah buat dia. Pas saya tanya kenapa nggak ambil 250cc ? Kata dia, “power 250cc kurang bro !” Ahahahaha. So safety ? it’s debatable. Yang penting respect the bike power, respect other people on the road, and you’ll be fine, man. 🙂

Gimmick ? Most likely. Konsumen pengen sesuatu yang baru. IMHO, CBR250RR udah keren abizzz. Dashboard-nya aja paling keren. Fitur lap time-nya berguna buat yang demen Nyentul.

cbr250rr-2016-dashboard-02

Honda memiliki filosofi membuat motor yang enak untuk harian mungkin memutuskan memberikan fitur ini lebih untuk faktor safety. Well, tidak semua orang bisa cepat beradaptasi. Dan Honda memang terkenal akan produk-produk-nya yang user friendly. Mungkin riding mode bisa jadi bargaining factor buat new rider merayu orang rumah untuk acc minang motor ini.

“Motor ini safe kok. Ada riding mode-nya. Aa janji adaptasi dulu pakai mode comfort. Nggak usah kuatir..”

Dan tak terasa speedometer sudah melewati 3 digit…

In the end, i still believe riding mode is useless though.

BACA JUGA:
Naik Moge Kudu Naik 250cc Dulu ? Bisa Ya, Bisa Tidak

Share This
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Artikel-Artikel Lain

2 Replies to “Men-Justifikasi Riding Mode CBR250RR”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *