Safety Riding: Ngerem Darurat (Versi Ane)

Sekedar sharing info aja nih masbro gimana cara-nya nge-rem. Tentu-nya berdasarkan pengalaman ane ya. Hehehehe.

Karena ngelihat postingan om deka tentang metode pengereman, ane jadi gatel pingin nulis juga. So here it is !

cbr250r-redue-00

Konfigurasi
Motor CBR250R non-ABS. Tinggi rider 184cm dengan berat 92kg (diet agak berhasil :D). Terlihat jelas motor lebih nekan ke tanah dan distribusi bobot agak sedikit ke depan (nama-nya juga motor nunduk).

Darurat
Biasa-nya ane suka bejek abis rem belakang. rem depan ane buka-tutup untuk men-simulasikan efek ABS. Ban belakang ngesot fish-tailing. Kadang rem belakang dilepas dikit kalau motor terlalu miring. Biar posisi motor lurus lagi. Kadang kaki kiri suka turun untuk keseimbangan. walau jarang.

Salah satu pengalaman yangberkesan, pas lari 110 kmph lebih, tahu-tahu ada ibu-ibu naik motor tiba-tiba muter balik. Padahal dari jauh udah diklaksonin. Jadi deh ban nyeret di aspal. Unforgettable… Tapi seru. Hahahahaha. Selanjut-nya, ada episode-episode seperti ini juga masbro.

Btw, ini pas ngerem di kondisi aspal yang relatif mulus. Nggak berlubang, nggak ada tanah, nggak ada oli, kerikil, atau lain-lain. Kalau riding di beton ane nggak terlalu kencang. Karena beton nggak menggigit seperti aspal.

Riding Through Rain
Riding Through Rain

Kondisi Jalan Basah
Jalan basah ane nggak riding agresif. Lebih prefer safety riding. Tapi kalau darurat, cara pengereman mirip seperti di atas. Malah dua-dua-nya kaki suka turun. Tentu dengan kecepatan yang tidak begitu kentjang. Yah, nggak perlu kencang-kencang juga ketika kondisi aspal basah masbro. Bahayeu. Apalage di beton basah. Waduh…

Ane pribadi nggak terlalu mengandalkan rem depan. Lebih (agak) balance aja. Karena ane pernah pengalaman kecelakaan karena terlalu ngandelin rem depan. motor stoppie terus kebalik. Semua karena blindspot.

stoppie-crash-out-01

Selain itu, kita kudu punya ban yang kita percaya dengan performa-nya. So far, ane percaya dengan Michelin Pilot Street Radial. Di jalan basah ban ini juga lebih terasa lengketnya daripada ban standard.

Dan yang penting lagi, kita kudu sudah tahu gimana karakter motor kita. How’s its handling and behaviour. Biar lebih pede.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *