Review: Liquimoly Street 10w40

Hhhmmm… Gimana sih rasa-nya oli ini di CBR250R ? Berikut review ane. Oli yang konon eklusif di Moto2 dan Moto3. Berdasarkan kemasan-nya.

Liquimoly (LM). Oli buatan Jerman ini nggak begitu sulit untuk didapat. Cukup banyak toko-toko khusus oli yang jual. Yang jual online juga banyak. Kisaran harga sekitar 115 ribu sampai 145 ribu.

Seperti impresi pertama ane, oli ini karakter-nya “punctual”. Bekerja sesuai sebagaimana oli semesti-nya. Di 500 km pertama, motor terasa lancar. Akselerasi enak. Geber di RPMย tinggi (8000-9000), getaran mesin lebih teredam. Perpindahan gigi sedikit lebih empuk. Panas mesin lebih terkontrol. Nggak gitu terasa panas. Overall, oli ini bekerja dengan baik sekali.

Ketika menggunakan oli ini, ane merasakan ada semacam membran tipis pas ane buka gas. Memang itulah fungsi-nya oli. Sebagai pelapis di antara sela-sela mesin. Menjaga agar bagian-bagian mesin bekerja dengan lancar. Hanya saja, pas make oli ini membran-nya lebih terasa.

Tapi…
Nah, pas nyentuh di km 800-an, ane kaget. Oli ini ternyata menguap cukup lumayan. Terlihat oli berkurang hampir setengah-nya masbro. Aneh-nya, oli ini tidak mengalami penguapan lagi sampai habis masa pakai-nya. Di km 1960, level oli kurang lebih sama. Mungkin yang menguap sisa-sisa oli sebelum-nya. I dunno for sure.

Penurunan Performa
Performa oli tentu lama-lama mengalami penurunan. Ane merasakan-nya di km 1300-an. Dan makin lebih terasa lagi di km 1670. Rasa “punctual”-nya mulai berkurang. Rasa membran-nya mulai berkurang. Apalagi pas di siang hari nan panas. kinerja mesin cukup terasa penurunan-nya dibandingkan di awal-awal.

Kondisi oli di km 1960. Memang rata-rata pas ane ganti oli di km sekitar 2000-an, kondisi oli rata-rata seperti ini. Hitam pekat. Pertanda oli bekerja dengan baik.

Stabil Di Suhu Normal
Kelebihan oli ini adalah kemampuan-nya mempertahankan performa di suhu-suhu normal mesin motor beroperasi. Mungkin kisaran 80-100 derajat celcius. I dunno man, just guessing. Anyway, pernah di jalan lagi macet-macet parah. Ane melipir sejenak. Isi bensin sama beli snack. Lanjut jalan, mesin motor terasa lebih responsif. Karakter “punctual” oli ini muncul lagi. Wajar sih, pengalaman ane umum-nyaย oli seperti itu. Seperti Amsoil MCF 10w40 yang IMHO lebih cepet balik ke karakter-nya ketika suhu kembali relatif normal.

Conclusion
Ini oli enak. In fact, rata-rata oli enak itu pasti banderol-nya di atas 100rb seliter. Mengulang impresi pertama-nya, Ini oli yang solid. Karakter-nya khas Jerman banget. Punctual kinerja-nya. It just right. Nggak banyak macem-macem-nya. It just do its job real good.

Oli yang stabil.

Recommended apabila banderol bukan halangan.

Baca Juga:
Review: Oli Repsol Moto Sport 10w40
Review: Oli Amsoil 10w40. Oli Panas Dingin
Review: Oli Federal Racing 10w40
Review: Oli Shell Advance Ultra 10w40

Share This
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Artikel-Artikel Lain

2 Replies to “Review: Liquimoly Street 10w40”

Tuliskan komentar anda