Review: Kampas Rem Bendix

Sekilas review tentang kampas rem Bendix. Kampas rem yang bisa dibilang kampas “sejuta umat”. Kampas aftermarket untuk motor matik sampai 250cc (mungkin ada untuk moge, i dunno for sure). Tentu dengan banderol yang terjangkau.

Kampas ini gampang didapatkan. Di bengkel-bengkel non-resmi biasa-nya nyediain. Yang jual online juga banyak. Dulu beli sekitar 50 ribu-an. Harga kampas ori kisaran 300 ribu-an. Non-ABS.

Performance
Saya pengalaman pakai kampas ini untuk rem depan. Sekarang lagi pakai untuk rem belakang.

IMHO, kampas rem ini nggak sepakem kampas OEM-nya Honda. Ban belakang cenderung nggak gampang ngunci. Kudu injek rem di kisaran 90% baru ban belakang ngunci. Kampas ori yang lebih pakem, cukup kira-kira bejek 70%, ban belakang udah ngunci.

Durability
Saya tidak tahu pasti berapa lama menggunakan kampas ini untuk rem depan. Kira-kira ada-lah kisaran 5000-an km keatas. Lupa pasti-nya berapa. Sedang kampas ori dulu pernah pakai untuk rem belakang, umur-nya hampir 3000-an kilo. Yah, dulu saya cukup sering late braking. Sama suka iseng ngunci ban belakang sebelum berhenti di lampu merah. Sliding Skidding vrooohh. :V

50 ribu-an vs 300 ribu-an ? seems no brainer. Ini common brake pad. Lebih ditujukan untuk yang nggak jarang late braking. Conservative rider. Udah lepas gas dari jauh. Bejek rem pelan-pelan dari jauh. Cucok untuk daily commuting rider dengan budget tidak berlebih. Yang nggak pusing soal performa. Yang doyan seruntulan, lebih baik beli kampas ori atau merk aftermarket lain yang lebih baik. Better for your safety.

Soal nge-makan disc brake atau nggak, i dunno for sure. Udah gonta-ganti merk untuk kampas rem depan. Dan memang disc brake depan terlihat agak kemakan. Yang penting sih jangan tunggu tipis baru diganti.

Kondisi kampas rem depan bendix pas diganti

Untuk CBR250R, tipe kampas Bendix-nya adalah MD28 untuk depan. Dan MD29 untuk belakang. CBR250R dan Inazuma tipe kampas rem-nya sama.

Bendix MD28 dan MD29

Share This
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Artikel-Artikel Lain

2 Replies to “Review: Kampas Rem Bendix”

  1. Halo gan Arman,

    Ane sebelum pake elig, pernah pake bendi* juga di cbr 250r abs. Seperti yang ditulis, bendi* memang ga terlalu pakem, dan bisa berbahaya jika late braking… lebih parah kalau hujan lebat. Apalagi rem abs yang secara natural ngerem memang sedikit lebih dalam daripada non abs.

    Ga nunggu tipis, ane ganti eli*. Lumayan pakem menurut ane, sort of on par with ori brake pad. Harga antara bendi* dan galf*r. Performa berkurang tipis jika hujan. mungkin ga berlebihan jika ada pepatah bilang “murah koq minta selamat” hehehe… semoga saja ga sampai separah itu.

    belum pernah coba galf*r, harga depannya doank lebih mahal dari sepasang eli*. Tapi tetap tertarik coba, somewhere in near future, I hope.

    Btw, batasan tipis disini yg harus diganti minimum berapa mm gan? eli* ane sudah sekitar 10 bulan pakai depan dan belakang sisa kira2 4mm. Daily driver segala cuaca. Masih proper kan ya?

    1. Wah. Thanks atas testimoni-nya masbro.

      Ane sekarang rem depan pakai kampas Elig. So far sih lebih baik dari Bendix. Cuma IMHO nggak sepakem kampas ori. Memang seperti-nya kampas rem itu ada harga ada rupa.

      Galfer ane belum pernah nyoba. Soal-nya harga-nya lumayan bingits masbro. Hehehehehe.

      Kalau batasan tipis kampas, sebaik-nya sedikit lebih tebal dari kondisi kampas Bendix seperti gambar di atas. Takut-nya besi pinggiran-nya (besi warna biru di kampas Bendix), malah kena piringan cakram. Ane termasuk telat ganti kampas-nya itu. :/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *