Review: Helm KYT Vendetta2

Iseng-iseng mau nge-review helm KYT Vendetta2 yang ane punya. Helm yang udah hampir 6 bulan ane pakai.

Helm ini ane beli dulu sekitar 650 ribu-an. Bentuk kepala ane agak sedikit lebih condong ke intermediate oval. Dengan panjang kepala sekitar 1.12 kali lebar kepala. Ukuran helm L. Dicoba pas naik motor Honda CBR250R.

Eksterior
Soal tampilan subjektif masbro. Ane nggak bakalan banyak bahas soal ini. Tapi bagi ane, model helm ini dan grafik-nya termasuk keren.

KYT Vendetta2
KYT Vendetta2

Yang warna abu-abu di bagian mulut adalah intake udara. Bisa dibuka tutup. Tinggal digeser aja.

Sedang intake udara bagian atas sama. Tinggal digeser untuk dibuka tutup. Total ada 3 lubang intake udara.

Exhaust bagian belakang atas. Juga bisa digeser-geser.

2 lubang exhaust terletak di bawah spoiler. Di atas grafik warna merah-nya. Total ada 3 lubang keluaran udara.

Interior
Kita ngomongin interior sekarang. As usual, helm biasa-nya terdiri dari busa pipi dan kepala.

Nyopotin busa helm ini gampang. Busa pipi dan kepala model-nya terpisah. Kadang ada yang menyatu seperti helm LS2 Arrow. Kalau KYT Vendetta2 terpisah.

Busa tipis di kiri atas adalah tempat dimana kuping kita di-padding. Enak-nya kuping nggak berasa kelipet kalau makai helm ini.

Busa pipi nyantol dengan tonjolan putih dan velcro di sisi pinggir deket bagian kuping. Bongkar pasang-nya mudah.

Di bagian depan busa kain-nya ada jaring-jaring-nya. Biar angin bisa nyelip masuk.

Sedang busa kepala juga relatif mudah nyopotin-nya.

Bagian belakang busa kepala pemasangan-nya diselipin di antara shell helm dan EPS foam.

Sedang bagian depan diselipin di sela-sela dudukan depan. Bisa masbro lihat ada lubang-lubang kecil untuk masuknya angin.

Sedang di bagian mulut ada 2 lubang untuk intake udara. Yang warna merah adalah pompa untuk kantong udara.

Fitur unik dari helm ini adalah ada-nya semacam balon kecil di belakang busa pipi. Jadi kita bisa ngatur seberapa padat busa menekan pipi kita. Cara kerja-nya simple. Padding pipi diganti dengan kantung udara yang bisa dipompa. Pompa-nya sendiri terletak di bawah dagu (warna merah diatas). Mirip seperti sepatu basket yang bisa dipompa.

Kantong lagi kempes
Kantong lagi kempes
Kantong lagi padat
Kantong lagi padat
Pompa di dagu
Pompa di dagu

Yang ane rasakan, terkadang kantung udara-nya suka kempes sendiri. Mungkin ada sedikit bocor halus karena busa sering keteken pipi. Enaknya sistem ini, kita nggak perlu ganti padding pipi misalnya padding helm sudah menipis. Tapi kalau kantung udara-nya bocor, ya kudu diganti sih. Material kantung udara yang dipakai cukup tebal.

Lanjut ke bagian kepala, seperti masbro lihat, 2 panah putih di kiri adalah lubang untuk keluaran udara. Sedang 2 panah putih di kanan adalah lubang untuk masuk udara. Kira-kira begitu. Tapi sayang-nya, lubang intake di depan ketutupan lapisan kain tipis. Bisa kita lihat lapisan kain-nya ane singkap.

Kenyamanan
Kain pelapis helm ini cukup lembut. Walaupun masih kalah lembut dengan helm impor seperti Nolan N64 yang lembut, atau Arai RX7RR5 yang lebih lembut lagi. Beratnya cukup acceptable. Nggak beda jauh dengan helm NHK Terminator ane yang dulu.

Helm ini nggak bisa dibilang panas, juga nggak bisa dibilang adem. Tapi masih lebih adem daripada KBC V-Zero punya ane. Airflow helm ini nggak begitu kerasa. Pas di kecepatan 70-80 kmph baru mulai kerasa sedikit airflow di atas kepala. Pas di kecepatan 120 kmph keatas, ane nggak merasakan perubahan signifikan airflow di atas kepala. Penutup dagu helm ini bisa dilepas agar angin yang masuk lebih banyak lagi. Pas ane test helm ini, penutup dagu ane lepas. Dan memang airflow paling signifikan ane rasakan di bagian bawah dagu. Bagian depan mulut agak sedikit lumayan kerasa. Overall, airflow helm ini biasa saja IMHO.

Keamanan
Cangkang luar helm ini berbahan thermoplastic. Standard untuk helm-helm pada umum-nya. Helm ini stabil ketika motor dipacu pada kecepatan 140kmph. Asumsi ane helm ini harus-nya tetap stabil diatas 140kmph. Karena helm ini memiliki pengunci visor di sebelah kiri-nya. Still haven’t try it by myself though. Secara pas lari 140kmph, ane belum ngunci visor-nya.

Visor Lock
Visor Lock

Maaf apabila gambar agak buram.

Oh ya. Pengikat helm ini udah menganut Double D-Ring. Helm ini juga udah double visor. Jadi kalau siang-siang silau, visor gelap-nya tinggal diturunin. Sayang-nya handle buat nurunin-nya agak-agak terasa berat. Mungkin karena ane jarang pakai double visor-nya. Jadi agak sedikit macet.

Double D-Ring
Double D-Ring

Ane sendiri fans pengikat model Double D Ring. Lebih simple dan aman.

KYT Vendetta2
Sudah double visor.

Kekurangan KYT Vendetta2
Kekurangan helm ini adalah tidak kedap suara. Di kecepatan 80-an kmph, ane mulai merasakan berisik suara deru angin. Dan pas lari 120-an kmph keatas, suara angin-nya sudah berisik banget. Sampai suara mesin motor hampir nggak kedengeran lagi. Motor CBR250R ane knalpot-nya standard-nya. Mungkin kalau pakai knalpot aftermarket, lebih kedengeran.

Ane rasa karena padding untuk kuping-nya yang tipis. Jadi tidak menekan ke kuping kita.

Alat Komunikasi
Ada sedikit celah di pinggir helm, mungkin alat komunikasi seperti Sena dengan dudukan model clamp bisa diselipin disini.

Kantong lagi kempes

Juga tersedia ruang yang cukup di bagian busa pipi. Yang ane tunjuk adalah ruang dimana posisi kuping kita. Bagian ini hanya berupa kain dengan busa tipis. Mungkin cukup untuk tempat speaker interkom.

Well, secara ane belum punya Sena, jadi ane belum nyobain langsung masbro. Ane hanya ngira-ngira aja.

Pengunci Visor Mirip AGV K3
Sistem penguncian visor helm ini mirip dengan punya-nya AGV K3. Kita kudu menarik tuas apabila ingin melepas visor. Mudah memang, cuma sayang-nya rel dudukan visor (pivot kit) helm ini kurang tebal di ujung-nya. Pengalaman ane (seperti update yang ane tulis di bawah), rel bagian ujung-nya patah pas ane bongkar pasang visor.

AGV K3 Pivot Kit.

Verdict
Kesimpulan-nya, Helm seharga 650rb (harga ketika ane beli) ini cukup lumayan. Busa yang cukup lembut dengan busa bisa dipompa. Sirkulasi udara biasa saja. Adem nggak, panas enggak. Angin adalah problem utama helm ini. Suara deru angin berisik kalau masbro suka lari 3 digit. Build quality (selain problem pivot kit) termasuk baik.

Overall, KYT Vendetta2 cukup bisa dipertimbangkan untuk helm harian.

No Dog Allowed. :D
No Dog Allowed. 😀

UPDATE.
Setelah cukup lama memiliki helm ini, ane menjumpai dudukan visor-nya (pivot kit) rawan patah. Cekidot.

Patah di ujung.
Patah di ujung.
Sisi kiri yang masih bagus.
Sisi kiri yang masih bagus.

Tebakan ane, mungkin karena rel plastik-nya yang kurang tebal. Ulasan lebih lengkap-nya: Pertimbangkan 1 Hal Ini Bila Memilih Helm.

Visor kalau dibuka full, malah keluar dari jalur-nya.
Visor kalau dibuka full, malah keluar dari jalur-nya.

Hal ini bisa jadi pertimbangan ketika memilih helm ini. Dan semoga produsen KYT melihat kelemahan helm ini.

Check Gallery-nya gan. 😀

Baca Juga:
Review: Helm KBC V-Zero
Review Singkat: Helm HJC RPHA 10 Pro Speed Machine
Pertimbangkan 1 Hal Ini Bila Memilih Helm
Keunggulan Helm Dengan Pengikat Double D Ring

4 Replies to “Review: Helm KYT Vendetta2”

  1. Bro menurut situ nhk terminato sama kyt vendetta enak mana? dari segi kestabilan, kedap suaranya, debu mudah masuk ato ngak? sama ventilasi dingin mana?

    1. Yang penting sih helm nyaman dipakai masbro. Ente pas di toko helm, pakai itu helm 10-15 menit. Jalan-jalan ngalor ngidur. Apakah helm-nya enak di kepala ? Cocok dengan bentuk kepala kita apa tidak ?

      Bagi ane, Vendetta2 lebih enak daripada NHK Terminator. Helm subjektif. Paling penting enak di kepala atau tidak ? Dulu ane pernah punya HJC RPHA 10+. Helm enak banget. Tapi ane jual karena nggak cocok dengan bentuk kepala ane.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *