Review Dan Pendapat Orang Luar Soal GSX 250R

Motor ini memang belum rilis di Indonesia masbro. Baru di luar saja. Nah ! Berikut pendapat dan review orang luar soal motor ini.

First, review dari chaseontwowheels. Salah satu youtuber dari Amerika.

Kesimpulan dia, GSX-250R itu berat, lambat dibelokin, dan karakter-nya kurang. Nggak bisa dikomparasi dengan Kawasaki Ninja 300 atau Yamaha R3. Tenaga-nya juga kurang. Dengan topspeed sekitar 88 mph (140 kmph) di RPM 10 ribu. Mungkin bisa lebih. Secara di-limit ECU. Rem juga kurang responsif. Performa kurang untuk ukuran motor 250cc.

Walau dia juga bilang motor ini terasa seperti baby GSX-R. Wajar sih, dimensi motor ini lebih besar daripada Ninja 250/300. Perbandingan-nya sebagai berikut.

Bangku-nya menurut dia nyaman dan kualitas-nya baik. Ditambah posisi riding yang nyaman. Motor ini butuh rem yang lebih baik dan kubrikasi minimal 350cc tutur dia.

Situs motorcyclenews.com juga berpendapat kurang lebih sama. Motor ini underpowered. Power-to-weight ratio termasuk rendah untuk motor 250cc. Motor ini lebih cocok untuk city ride. Selain itu, struggling for pace.

Underpowered
Soal topspeed yang sekitar 140 kmph, ane juga menjumpai beberapa video yang senada di youtube. Umum-nya topspeed-nya sekitar segitu.

Underpowered untuk ukuran mesin 250cc dengan kompresi 11.5:1. Masih kalah dengan motor 250cc lain-nya. CBR250R ane topspeed nyentuh 150 kmph. Ada juga yang CBR250R-nya nyentuh 160 kmph. Tentu dengan bobot rider yang lebih ringan. Praktis GSX-250R juga kalah kencang dengan adik-nya GSX-R 150 dan Yamaha R15 VVA. Of course, it’s on speedo. Setiap motor tentu punya deviasi. Perbandingan-nya belum tentu akurat. But that’s all we have right now.

Epilogue
Ane dulu pernah menulis perihal motor ini. Motor ini adalah paket tidak neko-neko dari Suzuki. Bagi yang nggak doyan ngebut, suka motor bertorsi. A city friendly bike. Seperti-nya Suzuki sengaja menamakan motor ini GSX-250R, bukan GSX-R 250. Secara motor ini underpowered. Umum-nya di kamus GSX, R di depan menandakan motor performa tinggi. Yah, mirip nomenklatur-nya Honda CBR250R dengan CBR250RR. Dimana IMHO CBR250R lebih city friendly, dan CBR250RR lebih adrenaline friendly.

Gimana Kans GSX 250R Di Indonesia ?
Sekarang tinggal berapa banderol-nya ? Berapa yang cocok ? Ingat, performa bukan segala-nya. Ninja 250, walau performa masih kalah dengan R25 dan CBR250RR, masih teteup laku. Terbukti di 3 bulan terakhir (Juli-Agustus-September 2017), Ninja 250 penjualan-nya nomor 1. Dengan paket motor yang tidak neko-neko, tentu perlu disematkan banderol yang tepat. Belum lagi image umum disini dimana motor 2 silinder itu wajib kentjang.

Atau mungkin Suzuki akan memoles motor ini agar lebih baik lagi apabila mereka menjual-nya di sini.

Share This
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Artikel-Artikel Lain

2 Replies to “Review Dan Pendapat Orang Luar Soal GSX 250R”

  1. cbr 250 saya pernah adu drag dgn ninja 150rr di pantura sebulan lalu,top speed sudah 164-165 km/j,dan masih kalah jarak 2 meter di belakang ninja 😂

    1. Wajar masbro. CBR250R itu Power-to-Weight ratio-nya 0.17. Ninja 150RR 0.21. Beda-nya lumayan. Wajar aja sih diasepin. 😀

      Motor kita didesain buat stop-and-go traffic. Bukan buat ngebut. Hehehehehe… 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *