Recall Master Silinder Rem Brembo Karena Retak

So, Brembo melakukan recall untuk master rem-nya masbro. Ada kemungkinan fungsi rem depan bisa gagal berfungsi. Waduh…

Jadi cerita-nya Brembo melakukan recall untuk unit master rem mereka.

Problem-nya berasal dari PR6, unit master rem radial mereka yang popular. Yang biasa-nya dipasangkan dengan kaliper Brembo M50. Jadi unit PR16 ini, bagian piston-nya ada kemungkinan bisa retak bagian dalam-nya. Yang berdampak dengan gagal-nya fungsi rem depan. Waduh…

Brembo M50

Karena sifat material yang dipakai, dan porositas yang terjadi ketika manufakturing produk ini, piston berpotensi retak ketika dipakai untuk balap atau intervensi ABS yang keseringan. Atau bahkan karena motor jatuh ke tanah. Waduh…

Apa Itu Porositas ?
Gampang-nya sih, porositas itu adalah celah-celah ruang kosong di suatu material. Cekidot gambar berikut masbro.

Seperti yang masbro lihat, ruang-ruang kosong di suatu material, itu yang disebut porositas. Biar lebih jelas, cekidot gambar tumpukan pipa dibawah ini masbro.

Titik-titik putih gambar diatas, adalah porositas. Get the idea ? Good. Lanjut !

PPS (polyphenylene sulphide)
Brembo sudah mengidentifikasi bahwa piston yang gagal adalah piston yang bahan-nya dibuat dari plastik (polyphenylene sulphide). Dan kudu diganti dengan piston yang berbahan aluminium. Kalau dilihat di kolom komentar, PPS (polyphenylene sulphide) adalah salah satu plastik high-performance.

Dr. H. Wayne Hill Jr dan Mr. James T. Edmonds. Penemu PPS.‎

Dan pas ane cek di Wikipedia, PPS dibilang high-performance thermoplastic. Cek di sini juga sama. Tapi pas ane check di sini, dibilang kekurangan PPS adalah rapuh (brittle). Dan kudu diakalin dengan dicampur dengan fiber dan lain-nya agar lebih kuat.

PPS must be filled with fibers and fillers to overcome its inherent brittleness.

Hhhmmm… tebakan ane, Brembo mungkin ingin mengefisiensikan material piston-nya. Jadi dicoba dengan mengganti material-nya dengan PPS. Secara ini material baru, bisa jadi kesalahan terletak pada proses manufakturing.

Press Release

Position statement

Brembo SpA, a leader in the production of disc brake systems for vehicles, following the recent publication of some articles by the international press, mentioning wrong information, points out that:

– Thanks to the constant quality monitoring over its production processes, it has uncovered the possibility of defects to the piston of the front radial master cylinder (diameters 15mm and 16mm), sold between 2015 and 2017 and mounted on some motorcycle models.

– The only manufacturers affected are:

Aprilia

Ducati

KTM

MV Agusta

TM Racing

Moto Morini

Horex

-The recall does not affect other manufacturers nor other master cylinders, or master cylinders sold as Aftermarket kits through the Brembo distribution network.

Brembo promptly informed the manufacturers of the problem so that the owners of the aforementioned bikes could be informed and invited to have the part replaced at the nearest dealership.

Seperti-nya cuma motor-motor bikinan eropa saja masbro yang di-recall. Sedang produk-produk dari Jepang tidak ada. Sedang master rem yang sifat-nya aftermarket tidak kena recall. Jadi cuma produk OEM saja nich yang di-recall.

Ada sekitar 27 unit MV Agusta F4 RR dan F4 RC buatan tahun 2015 dan 2016 yang kudu di-recall. Ducati Amerika juga recall sekitar 8000 unit. untuk model tahun 2015 sampai dengan 2018. Seperti Superleggera, Panigale R, Monster 1200, Multistrada 1200/1600, XDiavel S, dan Scrambel 800 Cafe Racer.

Recall Itu Biasa Masbro !
Brand sekelas dan sebesar Brembo aja melakukan recall. Di artikel sini ane pernah nulis soal recall. Moge-moge Suzuki, Kawasaki, Honda, Yamaha, BMW, semua pernah kena recall. Ini merk dan produk kelas dunia lho ! Kualitas ? Sudah pasti. Tapi teteup sadja kalau ada flaws, apalagi yang membahayakan konsumen, pasti di-recall. So ? Recall itu biasa masbro ! Jangan di-bully ! Tapi kudu diapresiasi. Itu tanda mereka serius dengan produk mereka.

Sumber : asphaltandrubber.com.

Baca Juga:
Produk Recall ? Dah Biasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *