Produk Recall ? Dah Biasa

Baru-baru ini ada berita perihal R25/R3 dan MT25/MT3 yang kena re-call akibat 3 hal. Yaitu pompa oli, perangkat transmisi, dan selang rem.

Now, di luar negeri, re-call itu sudah biasa. Contoh-nya nih. Tahun 2013, lebih dari 200 ribu GSX-R 600, 750 dan 1000 kena recall. 23 model motor Honda kena recall. Kawasaki ZX-10R 2016 kena recall. Yang hangat, Yamaha R1 2015 kena recall. BMW S1000RR pun kena recall.

Semua pabrikan nggak ada yang luput dari recall. So ? What’s the problem here ? Nothing. Recall itu sudah biasa. Hey, motor itu buatan manusia. Dan sepengetahuan saya, tidak ada buatan manusia yang sempurna.
yamaha-r25-01
Image yang bertanggung jawab
Memang ada pabrikan yang ketika ada recall, mengatakan unit kami bakalan tidak ada recall. Again, buatan manusia tidak ada yang tanpa cacat. Saya rasa alangkah lebih baiknya kalimat bebas recall itu ditambahi dengan kata-kata seperti… “Memang setelah ada issue recall ini, produk-produk kami sudah kami check terlebih dahulu. Tapi apabila ada yang luput, atau ada issue recall di kemudian hari, silahkan konsumen bawa motor-nya ke bengkel kami. Free of charge“.

Wah, lebih terdengar dewasa dan bertanggung jawab ya masbro ?
yamaha-mt25-01
Langkah Meng-edukasi Konsumen
Sudah saat-nya model-model fanatisme ke suatu produk itu ditinggalkan. Semua produk ada kelebihan dan kekurangan-nya. Pabrikan berusaha memberikan yang terbaik. Tapi yang nama-nya produksi massal, tentu ada saja yang luput dari quality control. Apabila ada recall, sampaikan saja. Pada awalnya mungkin konsumen pada sebel, bete, galau ngeliat kok produk gacoan gw begini ? Tapi, setelah konsumen puas motor-nya dibenerin free-of-charge, tentu berujung positif untuk pabrikan tersebut. Nah, dengan media, pabrikan bisa meng-edukasi masyarakat perihal recall ini. It’s nothing to worry about.

So, recall itu sebenar-nya bukan sesuatu yang aneh atau janggal. Wong moge aja kena recall kok. Apapun motor pilihan anda, just enjoy it. Dan untuk pabrikan, alangkah lebih baiknya terus terang apabila ada kekurangan yang cukup fatal. Selain sebagai bahan revisi untuk produk selanjutnya, juga agar konsumen anda puas.

Share This
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Artikel-Artikel Lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *