Pengen Gunain Slime ? Ketahui Hal-Hal Berikut

Lanjutan artikel kemarin soal pendapat orang luar tentang cairan anti bocor. Slime bisa dibilang merk yang cukup umum disana. Di sini juga ada yang jual. Berikut hal-hal yang perlu diketahui soal Slime.

Di artikel sebelum-nya, bisa disimpulkan orang luar kurang begitu suka menggunakan Slime di motor mereka. Dari yang rusak velg-nya, yang berpotensi membeku pas di musim dingin (disini seperti-nya nggak berlaku), dan berabe pas bersihin-nya. Sebagai tambahan, berikut informasi dari situs mereka sendiri. link di sini.

Slime Berpotensi Merusak Velg

Slime can have an adverse effect on certain types of aluminum rims. Because alloys differ, it is difficult to predict how Slime will react with your rims specifically. Over the years, though, we have found that older rims are more susceptible to damage from Slime.

Terjemahan-nya, Slime berpotensi merusak velg berbahan aluminium. Dan berbagai velg lain-nya. Di sini dibilang alloy. cek dan ricek, alloy bisa jadi besi, kuningan, tembaga, duralumin, dan lain-lain. Alloy sendiri arti-nya campuran berbagai element metal. Bingung ? Inti-nya, velg motor kita berpotensi bereaksi dengan Slime. Karena disini dikatakan, karena banyak-nya model-model campuran metal, sulit untuk memprediksi seperti apa reaksi Slime di velg motor kita. Secara nggak mungkin test laboratorium semua velg motor di dunia. Gile aje.

Nggak mau khan velg mahal macam Marchesini yang berbahan aluminium takut-nya kenapa-kenapa.

Juga velg-velg yang sudah berumur lebih rentan rusak karena Slime.

Ada Cat Terkelupas Di Dalam Velg ? Pertimbangkan Menggunakan Slime

If pre-existing damage is present, we do not recommend using Slime.

Apabila daleman velg kita ada cat-cat yang terkelupas, atau ada bopeng, pertimbangkan menggunakan Slime. Mengacu point di atas, kita nggak tahu seperti apa reaksi Slime dengan velg motor kita. Karena tidak ada lagi lapisan cat antara besi velg dan cairan Slime.

Umur Pemakaian Hanya 2 Tahun

Do not leave Slime inside your tires for more than 2 years. After that time, we cannot guarantee the integrity of your rims.

Slime is a liquid that may dry out over long periods of time. The rust and corrosion inhibitors in the sealant also break down over time. For maximum puncture protection and optimal performance, we recommended that Slime be replaced after 2 years. For most tires, this will also be the time period for replacement due to wear and tear.

Umur Slime maksimal hanya 2 tahun. Setelah itu, element-element pencegah karat dan korosi cairan ini akan menurun kinerja-nya. Dan sudah saat-nya cairan ini diganti masbro. Daripada kenapa-kenapa velg motor kita.

Dipakai Nggak Nih Masbro ?
First of all, ane respek dengan produsen Slime yang terus terang soal produk mereka. Nggak ditutup-tutupin. Mereka nggak mau merugikan konsumen mereka. Maka-nya mereka wanti-wanti hal-hal ini di Frequently Asked Questions (FAQ). Respect.

Misalnya mau dipakai, it’s up to you. I am not the one who decide. Ane hanya memberikan informasi seputar Slime dari hasil nanya-nanya sama orang luar, sama di situs mereka sendiri. Apabila kurang yakin, coba tanya-tanya sama biker yang mungkin sudah pernah pakai. Khusus-nya mereka yang minimal sudah 2 tahun menggunakan cairan ini.

Kalau mau nekad sangat juga, pakai cairan ini kisaran 1-1.5 tahun. Terus kuras pas misalnya bertepatan dengan ganti ban. But then again, it’s up to you. 😉

Lalu Gimana Dengan Cairan Anti Bocor Merk-Merk Lain ?
I dunno for sure. Nggak tahu secara pasti. Bisa jadi ramuan kimia mereka berbeda dengan Slime. Reaksi-nya bisa jadi berbeda. Lagipula, disini ane hanya membahas soal Slime. 😉

Share This
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Artikel-Artikel Lain

Tuliskan komentar anda