Nggak Begitu Antusias Dengan CBR250RR

Here we go again. Produk baru siklus baru.

Maksudnya adalah siklus euforia yang besar, yang lambat laun akan menurun-menurun dan stabil. Alright, let’s go to the points.

Fly Higher
CBR250RR Top speed-nya (so far) 179 kmph ? Iya, kencang. Tapi, teman ane yang pakai CBR250R standard, tembus 178 kmph pas turing ke Lombok. Ada juga pemakai CBR250R yang tembus 170 kmph. Saya sendiri hanya tembus 150 kmph. Well, kondisi motor, berat dan skill rider tentu berpengaruh banget. motor baru tentu lebih fresh daripada motor lama.

Tentu butuh trek panjang untuk mencapai kecepatan segitu. Well, it’s a 250cc bike.

dinobot-fight-out-01

Dyno War
As usual, pasti-nya akan selalu ada perbandingan data dyno. Gede-gede-an HP ? Rasa-nya absurd ya. Bukankah lebih baik kita memilih motor sesuai dengan yang kita inginkan ? Tidak larut dengan euforia sesaat. Jadi ingat waktu R25 dulu pertama launching, euforia-nya cukup kuat. sampai turun dan turun terus. Sekarang jadi sesuatu yang biasa.

Perbedaan HP yang IMHO tidak mencolok terlihat dari topspeed yang nggak beda terlalu jauh. Ingat, lagi-lagi ada power-to-weight ratio. (berat basah motor + berat rider) / HP.

cbr250rr-2016-red-01

CBR250RR IMHO keren. Tampang depan not bad. Ane pribadi suka dengan Upside Down dan swing arm-nya. Warna merah-nya keren. Riding mode ? Ah.. lama -lama keseringan di-setting di Sport+ terus. Objectively, it’s a useless gimmick. But it’s gimmick nonetheless. It haves added value. Value = better product = good for marketing = better sales… well, the last part, we’ll see. Bagi saya, still useless.

Sentul
Tentu Honda pengen motor ini berjaya di IRS dan ITS. I don’t get it. kenapa motor yang berjaya di Sentul menjadi tolak ukur ketika memilih motor ? bukankah lebih baik (again) memilih motor yang kita suka ? Motor Nyentul jadi acuan durabilitas mesin ? Hardly. Saya dah pernah lihat Ninja 250, R25, dan CBR250R yang pada jebol di Sentul. See ? Semua pada jebol. Wajarlah. Wong motor standard bukan di-desain untuk digeber habis-habisan di sirkuit. Tengok MotoGP. Dengan teknologi paling canggih aja para tim kudu punya 7 mesin untuk setahun. Bayangkan !

head mesin dibuka
Head mesin dibuka

Oh ya, rata-rata yang serius Nyentul itu biasa-nya daleman mesin-nya udah bukan standard dan cenderung turun mesin dulu sebelum ngaspal. 😉

Lihat tahun depan (atau tahun depan lagi), bakal muncul motor 250cc lain entah dari Yamaha, Suzuki, atau Kawasaki. Atau tahu-tahu bakalan muncul Ninja 250 4 silinder ? Sudah pasti siklus dyno war ini akan kembali terjadi. Berikutnya kemungkinan besar adalah GSX-250R.

dyno-war-meme-01

Cukup segini saja curhat <rant> ane. Mungkin untuk ane, euforia CBR250RR sudah lewat peak-nya.

CBR250RR ? Que sera, sera.

</rant>

Share This
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Artikel-Artikel Lain

4 Replies to “Nggak Begitu Antusias Dengan CBR250RR”

    1. Weeiittsss.. ada om Daniel.

      Sebenar-nya CBR250RR itu ada kekurangan dan kelebihan-nya om. Stay tune for the article.

      Kemarin ketiduran eeuuyyy. Lelah jalan seharian. :/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *