Mengejar Bengkel. Alasan Memilih Service Di Bengkel Non-Resmi

Dulu saya pernah menulis perihal bengkel resmi dan komunitas disini. Waktu berlalu, sekarang saya semakin prefer ke bengkel komunitas. Kenapa ? Fleksibilitas, suasana dan keahlian. Mari kita jabarkan satu-satu ya masbro.

Fleksibilitas
Apa yang paling malas masbro temui pas ke bengkel ? Antrian. Males banget yang nama-nya ngantri. Kalau ke bengkel kudu pagi-pagi. Dulu pernah ke AHASS Dewi Sartika. Sampai sana, hari Sabtu jam 7 pagi, udah kudu ngantri. Kalau ke bengkel komunitas enaknya kita bisa telpon, WhatsApp atau SMS orang bengkel-nya buat nanya kapan bengkel buka, rame atau tidak, tinggal berapa motor lagi yang kudu diservice, dan lain-lain. Enak khan ? Jadi bisa ngatur waktu kesana-nya. Kita juga bisa janjian kapan waktu service-nya. Ada yang sifat-nya bengkel rumahan. Mau service ? Tinggal kesana, buka pintu pagar, di service deh.

Lalu soal sparepart. Ini cerita dari teman saya yang pakai Honda CS-1. Doi cerita-nya pengen ganti gear set di AHASS Honda. Ternyata doi nggak bisa beli gear set sendiri terus minta pasangin disana. Wajib beli sparepart di bengkel tersebut. Males banget deh cuy… -_-

Sedang di bengkel komunitas santai aja. Seperti waktu saya ganti gear set dan kampas dan per kopling Redue. Nggak masalah. Bebas.

Suasana
Bengkel komunitas punya fungsi lain. Tempat nongkrong. Biasa-nya pelanggan gampang akrab sama orang-orang bengkel dan pelanggan lain-nya. Nungguin waktu service yang (bisa jadi) lama jadi nggak terasa. Suasana tidak formal dan santai. Berbeda dengan suasana bengkel resmi yang lebih terkesan “formal”. Masuk, nunggu antrian, nunggu di ruang tunggu, bayar. Rinse and repeat. Honda Big Bike seperti-nya mencoba meng-adaptasi hal yang satu ini dimana pelanggan diberikan ruang tunggu yang santai dan nyaman.

ruang-tunggu-honda-big-wing-01
Ruang tunggu Honda Big Bike

Keahlian
Nah, bagi saya ini nih faktor utama kenapa saya milih bengkel komunitas. Rata-rata mekanik-nya lebih gape. Kelemahan terbesar dari bengkel resmi adalah knowledge management. Point nomor satu yang menentukan keberlangsungan suatu bengkel. Pernah teman riding saya pas service di bengkel resmi, mekanik-nya agak kurang bener masang baut motor-nya. -_-b

Turn over mekanik adalah penyebab utama-nya. Biasa-nya mekanik yang sudah berpengalaman ada yang pindah atau buka bengkel sendiri. Akhir-nya mekanik-mekanik baru yang tersisa. Nah, dalam proses knowledge transfer inilah kadang mekanik-mekanik “hijau” ini butuh pengawasan ekstra agar tidak melakukan kesalahan. Sedang di bengkel komunitas umum-nya mekanik utama merangkap pemilik bengkel. Jadi walau ada turn over, knowledge tetap utuh sumber-nya. Dan mereka lebih serius ngawasin mekanik baru. Wong bengkel mereka yang punya. Dan biasa-nya sih turn over di bengkel komunitas lebih rendah. Well, saya lebih banyak melihat mekanik-mekanik baru di bengkel resmi Suzuki daripada di bengkel komunitas khusus CBR.

Soal spareparts juga mereka lebih paham. Karena tidak terpaku dengan sparepart original. Jadi tahu kelebihan dan kekurangan sparepart aftermarket.

cbr250r-redue-service-shutterspeed-00

Kekurangan
Sekarang kita ngomongin kekurangan-nya nih masbro. Pertama, biaya service di bengkel komunitas kadang bisa lebih mahal. Bervariasi sih. Tapi IMHO masih sepadan. Lalu soal sparepart. Kita kudu tahu harga dan kualitas. Kalau misalnya dikasih harga nggak masuk akal, lebih baik beli sendiri saja. Kadang ada aja bengkel yang nakal. Rusak-nya A, malah disuruh ganti A, B, bahkan C.

Suasana yang nggak formal, nunggu-nya juga nggak formal masbro. Jangan terlalu berharap ada ruang tunggu khusus seperti di bengkel resmi. Yang penting ada tempat duduk, tempat untuk naro helm dan lain-lain. Selesai. 😀

Dan yang terakhir, kadang ada yang nggak beres juga. Pernah dulu waktu service Redue, mekanik-nya lupa masang selang udara kembali. Pernah juga Redue cat-nya terkelupas gara-gara kena minyak rem. -_-b

cbr250r-redue-chipped-paint-01
Cat Terkelupas

Begitulah suka-duka saya dengan bengkel komunitas. Mirip sama oli, bengkel juga cocok-cocokan masbro. Ada yang cocok di bengkel A, ada yang cocok di bengkel B. Cara terbaik adalah dengan mencoba-nya sendiri. Apa kata orang belum tentu senada dengan kita. Gabung ke komunitas adalah cara terbaik untuk mendapatkan info-info bengkel tersebut.

Sesuai judul artikel ini, “mengejar” bengkel. Kalau udah demen main motor, tentu perawatan yang lebih baik terbaik menjadi prioritas. Nyari bengkel yang bagus hukum-nya wajib. Lokasi asalkan relatif terjangkau tentu bukan masalah. Itung-itung riding kesana-lah. Walaupun bengkel-nya berbeda-beda, yang penting teteup riding bareng-bareng.

Panjang juga ya masbro. Ya begitulah pengalaman saya. Hehehehehe. 🙂

Baca Juga:
Bengkel Resmi Atau Komunitas ?
Bengkel-Bengkel Khusus CBR Di Jakarta

Share This
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Artikel-Artikel Lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *