Hal-Hal Terpenting Dalam Memilih Aki

Gara-gara ganti aki, akhir-nya saya baca-baca dan nanya-nanya seputar aki. Educating myself up.

Curcol
Balik lagi nulis lagi. Setelah vakum hampir 1.5 bulan, ane akhir-nya memutuskan kembali lagi aktif nge-blog. Dalam masa vakum tersebut, ane melakukan fase pencarian jati diri kembali. Why i am blogging ? What is your purpose ? Philosophy happened. Really, yang nama-nya nge-blog (and other things in life), ternyata butuh yang nama-nya drive. Dan hal ini absen sekitar 1.5 bulan…

Alright, back to topic !

Gara-gara ganti aki kemarin, ane akhir-nya belajar-belajar dikit soal aki. Nggak mau minang aki yang salah. Berikut hal-hal yang kudu diperhatikan ketika memilih aki.

Voltase Dan Ampere
Pertama, voltase kudu sama. Biasa-nya sih 12v. Voltase umum. Lalu ampere. Alias arus. Lebih gede nggak papa. Yang penting ampere-nya minimal atau di atas aki standard. Misal-nya, aki standard CBR250R, Yuasa YTX7L-BS, 6.3Ah. Sedang aki yang ane beli, Daytona SuperCharge Nano-Gel ampere-nya 7Ah. 1 atau 2 Ah lebih tinggi nggak masalah.

Ampere Hour
Ah, atau Ampere Hour adalah waktu yang diperlukan sebuah aki sampai kapasitas habis terpakai. Mirip-mirip konsumsi BBM. 25 km/l misal-nya. Konsumsi tersebut akan tercapai apabila motor dipakai dengan kecepatan rata-rata 60-80 kmph (kurang lebih). Lebih dari itu, tentu konsumsi BBM-nya bakalan jauh di bawah-nya. 18 km/l misal-nya. Begitu juga dengan Aki. Apabila perhitungan konsumsi BBM adalah perbandingan antara jarak (kilometer) dan volume BBM (liter), maka perhitungan aki adalah perbandingan waktu (hour/jam) dan ampere (A). Dalam hal ini, standard-nyaΒ adalah 20 jam. Misal-nya, aki dengan rating 100Ah, akan habis apabila dipakai selama 20 jam dengan beban 5 ampere. Darimana 5 ampere ? tinggal 100Ah dibagi 20 jam. 100Ah/20h = 5 A.

Sedang aki standard CBR250R, akan habis pemakaian-nya dalam 20 jam dengan beban 0.315 A. Tapi, tentu saja itu tergantung dengan kondisi motor. Apakah pakai aksesoris (seperti proyektor atau lampu disko), charger hp, dan lain-lain.

Ah yang ketinggian… ane nggak gitu menyarankan. Secara kiprok kudu kerja lebih keras buat ngisi-nya… Just my educational guess.

Cold Crankcase Amperage
CCA, atau Cold Crankcase Amperage. CCA adalah kemampuan sebuah aki untuk menjalankan mesin di suhu dingin. Misalnya, motor baru-baru dinyalain di pagi yang dingin sangat. Pernah khan ngelihat motor kudu dipencet starter switch-nya beberapa kali baru nyala ? Disinilah peran CCA. Seberapa kuat arus yang bisa diberikan sebuah aki untuk menyalakan mesin pada suhu 0 derajat Fahrenheit selama 30 detik dengan voltase minimal 7.2 volt. Again, semakin Besar angka CCA, semakin kuat aki menyalakan motor awal-awal. Lagi-lagi, carilah aki yang rating CCA-nya minimal atau lebih di atas aki standard.

Membingungkan ? Nggak juga. Yang penting kunci-nya hanya dua. 12v, dan rating Ah dan CCA yang lebih tinggi dari aki standard. That’s it !

Ampere yang lebih besar juga menjamin kinerja sebuah aki untuk waktu yang lebih lama. Secara yang nama-nya barang, lama-lama tentu mengalami penurunan kemampuan. Dengan ampere (khusus-nya CCA) yang lebih besar, ada ruang lebih di atas angka nominal yang dibutuhkan seiring dengan umur aki.

Dimensi
Dan yang terakhir, tentu saja dimensi. Nggak lucu dah capek-capek dan mahal-mahal beli aki, eh tau-tau-nya nggak muat pas dipasang. Cari-lah yang dimensi-nya kurang lebih sama dengan aki standard.

Tentu ada hal lain yang agak berpengaruh. Yaitu teknologi. Material apa yang dipakai di sebuah aki. Misalnya, aki Daytona yang ane beli diklaim menggunakan Nano-Gel. Ane baca-baca, discharge rate (kemampuan aki menyimpan arus) aki yang menggunakan gel lebih kecil. Alias umur-nya lebih panjang. Walau ane belum tahu pasti, apakah aki dengan rating 7Ah dengan CCA 150 ini lebih baik dari aki konvensional yang memiliki rating 8Ah dengan CCA 180 misal-nya. Tentu butuh pengujian untuk perbandingan-nya. Which i don’t bother to do. πŸ™‚

Baiklah, segitu saja knowledge yang bisa ane share. Semoga bermanfaat ketika hunting aki. Enjoy ! πŸ™‚

Share This
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Artikel-Artikel Lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *