Target Penjualan 15.000 Unit Kayaknya Agak Berat

So kemarin di Kawasaki Bike Week 2017, udah unveiled new Ninja 250 Fi 2018. Gimana nih kans motor ini ?

sumber: monkeymotoblog.com

Pertama, ane pakai foto-foto om monkeymotoblog. Karena ane nggak ikutan Kawasaki Bike Week. Nggak Belum punya motor Kawasaki πŸ™ … Pinjam foto-foto-nya ya om.

sumber: monkeymotoblog.com

Dashboard sama persis dengan Versys-X. Memang motor-motor kawasaki mulai memakai dashboard yang homogen. Hemat biaya RnD !

sumber: monkeymotoblog.com

Ban belakang konfirm ukuran 150. Ngikutin trend motor KTM RC dengan ukuran 110 untuk depan, dan 150 untuk belakang.

sumber: IG @sportbike_indonesia

Motor ini dijual seharga 61.900.000,- untuk versi standard, dan 71.900.000,- untuk versi ABS. Hanya beda tipis dengan CBR250RR.

sumber: monkeymotoblog

Target Penjualan
Target penjualan 15.000 unit pertahun atau 1.250 unit perbulan… ane merasa angka ini agak kurang realistis. Kenapa ? Karena kalau melihat ulasan om Triatmono, pangsa pasar sport fairing 250cc sudah agak jenuh. Dan sekarang ada Yamaha XMax. Angka penjualan matik maxi ini cukup besar.

sumber: triatmono.info

Bila dibandingkan dengan angka penjualan R25, CBR250RR, dan Ninja 250 Fi lama, penjualan sebulan di atas 1000 unit agak berat. Sampai Oktober 2017, Ninja 250 Fi lama yang terjual sudah 7100 unit. Di rata-rata, sekitar 710 perbulan.

sumber: 7leopold7.com

Prediksi ane, penjualan New Ninja 250 Fi 2018 akan menggeliat di paruh awal tahun 2018. Selanjut-nya mungkin melandai.

Tapi tunggu dulu !

Keunikan Kawasaki
“Problem” utama Kawasaki bagi pabrikan lain adalah Kawasaki itu seperti punya segmen sendiri. Fokus bermain di motor sport dan moge menuai hasil. Dari dulu berusaha jadi first mover di segmen sport. Ninja 250 karbu, ER6 (Ninja 650), ZX10R, sampai H2. Trying to be first mover. Kawasaki satu-satu-nya pabrikan Jepang di sini yang ngasih opsi-opsi moge yang bejibun. It’s All About Enthusiasm.

Keunikan ini yang tidak dimiliki pabrikan Jepang lain sekaligus kekuatan utama Kawasaki. Tidak heran walau udah digempur Yamaha R25 dan Honda CBR250RR, penjualan Ninja 250 Fi teteup relatif stabil.

Minus Feature
Seperti kita tahu, New Ninja 250 Fi 2018 nggak dikasih suspensi upside down depan-nya dan swingarm model banana. Kayaknya Kawasaki sengaja mengurangi fitur-fitur ini untuk mengurangi biaya produksi (read: better profit margin). Masih pede dengan selling point keunikan mereka. Brand masih kuat. Kawasaki memiliki posisi menguntungkan disini. Yang penting performa motor 11-12 sama kompetitor. Moge look teteup, minus fitur dikit nggak masalah. Wong Ninja bagaimana-pun bakalan terus dicari orang. Stigma motor keren dan kenceng itu Ninja masih kuat.

Ane yakin New Ninja 250 Fi 2018 bakalan laku. Cuma agak berat untuk mencapai target 15.000 Unit per-tahun. Segmen 250cc sudah saturated dan dispersed. Sudah tidak didominasi motor bongkok lagi.

I guess there’s still pot of gold at the end of the rainbow.

Baca Juga:
Inilah Pilihan Warna New Kawasaki Ninja 250 Fi 2018 Di Indonesia
Kawasaki. It’s All About Enthusiasm

Share This
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Artikel-Artikel Lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *