Galeri Honda CBR250RR

Akhir-nya keluar juga Gundam Harute Honda CBR250RR. Cekidot galeri gambar-gambar yang saya dapatkan dari berbagai sumber.

Red Version

Grey Version

Dashboard

Parts

Gado Gado

Spek-nya sesuai dengan rumor-rumor kemarin. 3 mode riding (yang menurut saya mubazir) Comfort, Sport, Sport+, suspensi depan USD, 4 lampu, dan lain-lain. Harga di kisaran 62-72 juta. Non-ABS dan ABS. Is it worth it ? We’ll see.

Share This
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Artikel-Artikel Lain

2 Replies to “Galeri Honda CBR250RR”

  1. Kok mubazir sih bro, kalau aku bilang sih engga
    Ambil contoh di master chef, cara menghidangkan makanan itu penting. Padahal hiasan dalam suatu hidangan itu gak dimakan.

    Jadi, klo beli makanan di resto pilih hidangan/makanan yang dihidangkan cantik dan enak.
    Atau,
    Makanan yang tampilannya asal tapi enak?
    Tampilan makanan berguna untuk menggugah selera makan ya kan..

    Nah masalah Riding mode mau dipake atau engga, tapi kalau dikasih mau kan. Toh harga akan tetep mahal walau itu ditiadakan.

    Gimmick Marketing emang perlu sih..

    R25 gak pake prolink juga udah mantep handlingnya.. tapi coba klo dikasih prolink, kan jadi bikin seneng yang beli nya kan..

    Oooow komen ane kepanjangan broo

    1. Jiahahahaha. Sorry baru bales masbro. 🙁

      Analogi makanan itu ane rasa lebih tepat ke analogi body dan overall tampilan suatu motor. Ane setuju. Tampilan CBR250RR memang menggugah “selera” untuk nimang ini motor. Keren bingitzzz cuy sajian “hidangan”-nya. >_<

      Gimmick-gimmick lain soal suspensi depan upside down, banana swingarm, ane setuju. Emang bikin lidah bergoyang liat ini motor cuy.

      Naaahh, satu-satu-nya yang menurut ane gimmick yang mubazir di CBR250RR, adalah riding mode. Ane dah nyoba riding ER6, Daytona 675, dan Z800. Tiga motor ini sama sekali nggak ada riding mode. Lari 0-100km dapet cuma 3-4 detik-an. Gigi 1 gas dikit dah 70 kmph. Itu belum wide open throttle. Jauh banget sama motor 250cc manapun.

      Nah, 3 motor dengan torsi dan tenaga beringas diatas aja pada nggak punya riding mode. 250cc IMHO masih jinak power-nya. Secara objektif, ane nggak ngeliat manfaat dari riding mode. Karena tenaga 250cc relatif masih mudah untuk dikendalikan.

      R25 pakai prolink atau nggak, itu tergantung pabrikan. Mungkin Yamaha merasa kurang perlu kali ya. 😀

Tuliskan komentar anda