Dan Drama MotoGP Akan Terus Berlanjut Di Musim 2016

Akhir-nya minggu kemarin drama MotoGP season 2015 berakhir. Tirai pertunjukan sudah ditutup. Tetapi seperti-nya, masih ada drama-drama di balik layar.

Selamat untuk Jorge Lorenzo atas gelar juara dunia MotoGP. Dan selamat untuk Valentino Rossi sebagai People Champion. Yeah, anti klimaks. Seperti kata mbah dukun. MotoGP bukan reality show (lebih tepatnya, bukan sinetron). Belum tentu ada happy ending. Hanya skill dan teknik yang berbicara. Welcome to reality, people.

Spain Connection ?
Spain Connection ?

Apakah ada konspirasi ? Bisa ya, bisa tidak. Saya pribadi melihat konspirasi itu ada. Terlihat bagaimana para pembalap-pembalap di depan Rossi memberi jalan. It shows how big respect other riders have for Rossi. He is simply (very) likable. Yang paling jelas ketika Danilo Petrucci memberi sinyal dengan tangan kiri agar Rossi melewati dia. Dan kurang agresif-nya Marquez. Hampir tidak ada keinginan untuk menyusul Lorenzo. Praktis 3 besar adem ayem saja.

Link hp disini.

Di detik ke-empat terlihat hand signal dari tangan kiri Petrucci agar Rossi melewati dia. dan dia berakhir melebar di tikungan.

Tirai drama sudah ditutup. Para aktor-aktor yang (relatif) sama akan kembali “berakting” tahun depan. Drama antar pembalap akan terus berlanjut musim depan.

Saya rasa, keadaan tidak akan banyak berubah musim depan. Lorenzo, Marquez dan Rossi masih tetap berambisi untuk memenangi gelar juara MotoGP. Rossi khusus-nya, tentu ingin membalas kekecewaan dia tahun ini. The big three akan selalu menjaga aroma kompetitif yang tinggi.

Soon
Soon

Share This
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Artikel-Artikel Lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *