Bajaj Yang Memiliki Potensi

Bajaj sebenar-nya memiliki potensi cukup besar. Cuma, roadmap yang agak terhambat dan mereka seperti-nya kurang all-out main motor-nya. Mungkin lagi fokus dengan KTM.

Bajaj sebenar-nya mulai berkembang. Sayang-nya, mereka sudah cabut duluan, lalu nitip jual 200NS sama Kawasaki. That doesn’t work. Motor kubrikasi lebih besar mereka yang dari tahun (kalau nggak salah) 2014 sudah muncul, juga terlalu lama keluar-nya.
Bajaj-Pulsar-CS400-00
Bajaj dengan setengah kepemilikan saham KTM (sekitar 47%), sudah mempunyai kelebihan di bidang R&D. Mereka bisa fokus membuat motor kualitas internasional dengan brand KTM lalu menurunkan teknologi-nya ke Pulsar, brand mainstream mereka. KTM sedang bangkit. Terlihat dari ikut-nya mereka di MotoGP musim 2017. Penjualan mereka juga naik dari tahun ke tahun. Yah, kalau dibilang, brand Pulsar dalam hal teknologi aman-lah di bawah bayang-bayang KTM.

Bajaj-Pulsar-SS-400-00

250cc Killer
Kualitas, Sudah pasti. Saya rasa, sebenar-nya motor buatan India tidak kalah jauh dengan motor Jepang dalam segi material. Motor Jepang yang dalam mindset masyarakat berkualitas top saja pada kena recall. Berusaha all-out mengikis mindset Jepang seperti-nya amat berat. Jadi, lebih baik pabrikan India bermain di niche market dahulu. Menilik posisi harga yang dilakukan Bajaj, CS400 dan SS400 bisa menjadi 250cc killer. Motor 375cc di harga 50-60 juta-an cuy. Harga segitu bukan tidak mungkin, 200NS aja dirilis di rentang harga motor 150cc Jepang. Nah, saya pribadi sebagai penyemplak CBR250R merasa motor 250cc itu kurang greget. Kurang (banget) torsi-nya. Dengan torsi di atas 30-an, tentu masih lebih besar daripada motor 300cc seperti Ninja 300 (27Nm). Apalagi angka segitu diraih di RPM bawah-tengah. Sudah pasti lebih bersahabat nyedot bensin-nya. Wah, cukup cocok bagi yang pengen motor harian (atau semi harian). Value-nya kelihatan lebih. Bisa parkir di parkiran moge pula (itungan-nya khan motor 400cc. Bisalah parkir di lobby FX Senayan :D). Cuma mungkin pajaknya lebih mahal kali ya.

Terlepas dari faktor silinder jomblo, Pulsar punya potensi serius buat yang dah bosen dengan 250cc. Apabila Price positioning-nya di sekitaran 50-60 juta-an, praktis tidak ada penantang serius. Ninja 300 dah hampir 90 juta. Honda 500cc jauh banget harga-nya. Yah, paling cuma ER6 atau Ninja 650 second. Itu udah masuk segmen moge. Bagi yang mencari value antara performa, ongkos operasional, dan tampilan di rentang harga tersebut, rasa-nya sulit untuk tidak melirik Pulsar. Dengan catatan, 3S-nya terjamin ya.

Gimana nih Bajaj ?

2 Replies to “Bajaj Yang Memiliki Potensi”

  1. Bikin pabriklah dimarih…mosok kalah sama tvs…klo jualan tuh yg niat..jgn bntar bntar kabur….numpang lapak…g lku pindh lapak lg….klo jualn motor kg laku sklian bikin bajaj tiga roda…populasinya bnyk g mubazir pny pbrik

    1. Nah, kalo TVS masih ke-support sama TVS BBG warna biru itu. Sama bebek dan matik-nya juga ada pangsa pasar-nya. Dan kualitas-nya nggak kalah. Temen ane pake matik TVS malah bilang kualitas-nya lebih baik dari matik Jepang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *