Skip to content

Review: Helm KYT Vendetta2

Iseng-iseng mau nge-review helm KYT Vendetta2 yang ane punya. Helm yang udah hampir 6 bulan ane pakai.

Kenyamanan
Kain pelapis helm ini cukup lembut. Walaupun masih kalah lembut dengan helm impor seperti Nolan N64 yang lembut, atau Arai RX7RR5 yang lebih lembut lagi. Beratnya cukup acceptable. Nggak beda jauh dengan helm NHK Terminator ane yang dulu.

Fitur unik dari helm ini adalah busa-nya yang bisa dipompa. Cara kerja-nya simple. Padding pipi diganti dengan kantung udara yang bisa dipompa. Pompa-nya sendiri terletak di bawah dagu. Mirip seperti sepatu basket yang bisa dipompa. Kelebihannya, kita bisa menyesuaikan seberapa padat rasa-nya helm ini menekan pipi dan kuping kita. Yang ane rasakan, terkadang kantung udara-nya suka kempes sendiri. Hal ini hampir tidak pernah terjadi apabila ane memompa-nya lebih banyak lagi. Enaknya sistem ini, kita nggak perlu ganti padding pipi misalnya padding helm sudah menipis. Material kantung udara yang dipakai pun cukup tebal.

Kantong lagi kempes
Kantong lagi kempes
Kantong lagi padat
Kantong lagi padat
Pompa di dagu
Pompa di dagu

Helm ini tidak begitu panas walau dipakai di kemacetan. Masih jauh lebih adem daripada KBC V-Zero punya ane. Airflow helm ini juga kerasa. Khusus-nya di bagian atas. Penutup dagu helm ini bisa dilepas agar angin yang masuk lebih banyak lagi.

Keamanan
Cangkang luar helm ini berbahan thermoplastic. Standard untuk helm-helm pada umum-nya.
Helm ini cukup kedap suara. Ketika dipakai pada kecepatan 100kmph ke-atas, suara angin masih agak kedengaran walaupun tidak terlalu keras. Ane merasakan korelasi kepadatan kantung udara dengan seberapa kedap suara helm ini. Semakin banyak kita memompa udara, semakin kedap suara helm ini. Mengingat kuping kita akan semakin ditekan.

Helm ini stabil ketika motor dipacu pada kecepatan 140kmph (nggak bisa lebih kentjang lagi. Jalanan-nya dah habis :(). Asumsi ane helm ini harus-nya tetap stabil diatas 140kmph. Karena helm ini memiliki pengunci visor di sebelah kiri-nya. Still haven’t try it by myself though. Secara pas lari 140kmph, ane belum ngunci visor-nya. xD

Visor Lock
Visor Lock

Maaf apabila gambar agak buram.

Oh ya. Pengikat helm ini udah menganut Double D-Ring. Helm ini juga udah double visor. Jadi kalau siang-siang silau, visor gelap-nya tinggal diturunin. Sayang-nya handle buat nurunin-nya agak-agak terasa berat. Mungkin karena ane jarang pakai visor-nya. Jadi agak sedikit macet.

Double D-Ring
Double D-Ring

Kesimpulannya, Helm seharga 650rb (harga ketika ane beli) ini worth it untuk dimiliki. Busa yang cukup lembut, sirkulasi udara yang baik, nggak panas ketika dipakai (apabila dibandingkan dengan merk lokal lainnya), dan fitur padding yang bisa dipompa. Oh ya. Helm ini punya celah antara shell dan busa-nya kantong udara-nya. Jadi harus-nya alat komunikasi macam sena bisa dijepit di helm ini.

Layak untuk dipertimbangkan.

No Dog Allowed. :D
No Dog Allowed. 😀

UPDATE.
Setelah cukup lama memiliki helm ini, ane menjumpai dudukan visor-nya rawan patah. Cekidot.

Patah di ujung.
Patah di ujung.
Sisi kiri yang masih bagus.
Sisi kiri yang masih bagus.
Visor kalau dibuka full, malah keluar dari jalur-nya.
Visor kalau dibuka full, malah keluar dari jalur-nya.

Semoga ini jadi pertimbangan ketika memilih helm ini. Dan semoga produsen KYT melihat kelemahan helm ini.

Check Gallery-nya gan. 😀

Published inHelmReview

4 Comments

  1. Deni Deni

    Bro menurut situ nhk terminato sama kyt vendetta enak mana? dari segi kestabilan, kedap suaranya, debu mudah masuk ato ngak? sama ventilasi dingin mana?

    • Arman Arman

      Yang penting sih helm nyaman dipakai masbro. Ente pas di toko helm, pakai itu helm 10-15 menit. Jalan-jalan ngalor ngidur. Apakah helm-nya enak di kepala ? Cocok dengan bentuk kepala kita apa tidak ?

      Bagi ane, Vendetta2 lebih enak daripada NHK Terminator. Helm subjektif. Paling penting enak di kepala atau tidak ? Dulu ane pernah punya HJC RPHA 10+. Helm enak banget. Tapi ane jual karena nggak cocok dengan bentuk kepala ane.

  2. Danny Danny

    Jual kantung udara yg bocor dmn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *